Partner To the New Land


    Mencari partner untuk traveling itu gampang-gampang susah. Mereka gampang mengatakan iya dan cukup tega membatalkan secara dadakan. Masalahnya bukan karena partner itu terlalu penting, tapi kekejamannya itu bisa merontokkan sedikit semangat juga. Makanya ketika tau Air Asia akan mengadakan promo, bukannya bingung menentukan negara tujuan, Alex malah pusing memilih nama-nama teman dari handphone, facebook, YM (dan sejenisnya) yang memungkinkan untuk diajak gila-gilaan di negara lain.
    Sebenarnya si Alex sudah mendapatkan info promo Big Dealnya Air Asia seminggu sebelum promo tersebut dibuka.  Konon ajang obaral tiket itu diadakan 2 kali setahun, di pertengahan tahun. Siang itu ketika Alex internetan di kantor, sebuah email masuk dari air asia. Di situ dipampang besar-besar dengan warna khasnya, merah ngejreng bertuliskan Big Deal. Ada lagi tulisan yang paling buat dia kaget sampai telunjuknya di mouse komputer bingung mau klik kiri atau kanan. Tulisannya, harga mulai Rp.10.000. Gila! Tanpa kelihatan ragu seditkitpun, Alex langsung mengklik link tersebut yang membawanya ke alamat situs Air Asia. Benar saja, dia melihat ada beberapa harga yang bikin ngiler dan memunculkan hasrat untuk memborong semua tiket andai itu mungkin.
    Sebelum memboking tiket, Alex mempelajari dulu kalender 2012. Itulah hebatnya dia, yang selalu berpikir out of the box. Hari-hari merah yang ada di bulan Februari sampai Juni semua diberi tanda khusus dan catatan kecil disampingnya. Catatan yang berarti kemungkinan berapa hari bisa mengambil cuti sekitar tanggal tersebut. Atau kemungkinan lain yang diprediksinya sebagai cuti bersama. Dipikirannya yang cuek sebenarnya Alex menganggap cuti bersama itu sebagai pembunuh sadis jatah cuti tahunan pegawai. Promo Big Deal kali ini terbang mulai Februari-Juni 2012. Hebat juga air asia ini sudah membuka tiket setahun ke depan. Mungkin mereka mengumpulkan dana setahun sebelumnya untuk dikelola menjadi lebih banyak lagi, seperti menabung kemudian berbunga (dangkal). Dan setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya Alex mendapat tanggal yang pas untuk melakukan perjalanan kali ini.
    Pertimbangan lain mucul di benaknya, memilih teman yang cocok untuk misi kali ini, yaitu hidup lebih irit dan lebih menantang dari traveling sebelumnya. Dengan tantangan yang seperti itu, gender yang lebih tepat untuk dapat merealisasikannya jatuh pada kaum sejenisnya. Pria jantan. Faktor utama ya karena gak perlu khawatir dilecehkan penduduk lokal dan gampang diajak nekad. Semua teknologi yang memiliki nama teman-temannya mulai di preteli isinya. Dari urutan abjad sampai nama-nama aneh seperti keong racun mulai dipilah-pilah di otaknya. Sepintas kembali teringat beberapa memori indah ketika bersama teman-temannya itu, yang membuat wajahnya berseri. Hebatnya, otaknya secara otomatis mengelompokkan kenangan baik dan buruk dari mereka semua. Sehingga memudahkan Alex mensortir nama-nama yang layak masuk nominasi.
    Setelah memperoleh beberapa nama, mualailah dia meng-sms, kirim email, telpon sampai chatting. Lucunya, jawaban mereka unik-unik. Ada yang mengatakan, “maaf ga bisa..”. “kenapa?” tanya Alex. “belum ada jatah cuti” jawab orang di sebrang telepon. Kasian juga temannya itu. Ternyata banyak dari teman Alex baru saja melandaskan cita-cita mereka sebagai Abdi Negeri alias PNS, jadi belum berhak atau berani cuti sebelum setahun kerja. Ada juga temannya yang mengatakan tidak bisa ikut karena takut memprediksi kemungkinan jadwalnya setahun ke depan. Belum lagi ada isu kiamat katanya. Gubrak! Yang lebih parah, ketika ditelpon temannya itu malah memberikan tebak-tebakan dulu sebelum mau diajak traveling bareng. Isinya begini, di satu kolam ada 20 ekor ikan lele. Kalau 5 ikannya mati, airnya berkurang atau bertambah? Nah lho. Alex mengerutkan sedikit keningnya bertanda heran. Biasanya yang ditanya kan jumlahnya tinggal berapa? Tidak lama Alex menjawab,”tetap!”. “kenapa?” tanya temannya itu. “Ya karena ikannya mati, jadi gak perlu ngabisin air lagi untuk mandi, minum dan cebok” jawabnya. “Salah!” balas temannya dengan cepat. “trus jawabannya apa gan?” Alex bertanya. “Ya bertambah..”. “kok bisa?” tanya Alex lagi. “karena temen-temennya yang 15 pada nangis sedih!” tut tut tut… terdengar suara telepon di sebrang sana sesaat setelah Alex langsung menutup telponnya.
    Akhirnya Alex menemukan jawaban “ya” yang diucapkan lantang bersemangat oleh sahabat karibnya ketika kuliah dulu. Beberepa kali mereka telah melakukan traveling ala anak kuliahan kere tapi kece dulu ketika kuliah bersama. Mereka sepakat untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi tujuan wisata mereka, VIETNAM…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*