Mau Bawa Oleh-Oleh Dari Luar Negeri?


Musim liburan merupakan momen yang pas untuk berbagi kebahagian dengan kerabat. Mau liburan yang dekat aja atau yang jauh banget 🙂

Suka atau tidak, oleh-oleh merupakan syarat wajib bagi kita sebagai traveller sejati. Oleh-oleh kan tidak melulu harus yang mahal. Yang simpel aja asal unik pasti buat berkesan kok.

Tapi tahu tidak, kalau bawa oleh-oleh dari luar negeri ada aturannya lho. Niat mau kasih  kesan baik, malah nombok kalau kita tidak tahu aturan mainnya.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan akan memeriksa dan mengawasi barang bawaan penumpang dari luar negeri lho. Makanya, kita perlu mencermati aturan DJBC untuk barang bawaan impor supaya tidak terkena bea masuk maupun pajak.

Kalau dilihat-lihat situasi Bea Cukai di Bandara yang sering ramai dengan penumpang masalah dengan barang bawaannya, sepertinya masih banyak yang belum mengetahui ketentuan terkait barang bawaan yang berlaku di Indonesia.

Kita tahu setiap negara memiliki aturan yang berbeda tentang pembawaan barang dari luar negeri, termasuk di Indonesia.

Pemerintah Indonesia menerapkan pembebasan barang bawaan penumpang sebesar US$ 250 per orang atau sekitar Rp 3,3 juta (kurs Rp 13.300 per dolar AS) dan US$ 1.000 per keluarga atau Rp 13,3 juta.

Barang lainnya, yaitu 200 batang rokok, 25 batang cerutu, 100 gram tembakau iris atau hasil tembakau lainnya dan 1 liter minuman mengandung etil alkohol.

kalau kita membawa barang pribadi di bawah nilai yang tadi, maka tidak akan dipungut bea masuk dan pajak impor. Tapi kalau lebih, maka atas kelebihan nilainya akan dikenakan bea masuk dan pajak impor.

Selain itu, kalau kita membawa barang dagangan dengan jenis, sifat, dan jumlah yang tidak wajar untuk pemakaian pribadi, maka harus mengisi pemberitahuan impor barang khusus dan menyelesaikan (bayar) kewajiban pabean.

Nah, sebelum membawa oleh-oleh yang menurut kamu kena biaya atau tidak, baiknya terlebih dahulu mempelajari ketentuan barang bawaan penumpang melalui website bea cukai (www.beacukai.go.id) atau dapat menghubungi contact center Bravo Bea Cukai 1500225.

Yang tidak kalah penting, kita juga harus memperhatikan ketentuan larangan dan pembatasan barang-barang tertentu yang dianggap berisiko dan berbahaya. Peraturan tersebut dikeluarkan oleh instansi terkait, di mana pelaksanaannya dititipkan kepada Bea Cukai.

Petugas Bea Cukai akan memeriksa apakah barang itu masuk kategori larangan dan pembatasan. Jadi sebelum membawa barang dari luar negeri, kamu bisa cek persyaratan impor yang informasinya bisa didapat di situs Indonesia National Single Windows.

 

Happy Traveling!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*