Indah Lho Pulau Pari.. 5

http://lexmove.tk

Selamat Hari Raya Idhul Fitri…

Liburan kali ini terasa sangat spesial bagi Lex. Bagaimana tidak, bisa bangun siang selama 6 hari full, bisa pergi ke mana aja di Jakarta tanpa macet, bisa jalan-jalan tanpa harus mengorbankan si cuti. Dan, bisa liburan ketemu bidadari. Hebat bukan…hehe ūüôā

Kenyataannya, sampai H-3 liburan, Lex masih belum punya rencana mau liburan kemana. Gila bukan main. Bukannya sepele, situasi urgent ini dikarenakan banyak teman yang menawari liburan bareng tapi tak ada bukti keseriusan. Sampai H-3 ini belum ada satu pun yang memastikan.

Kalau saja pengen sendiri, pasti dia sudah packing sekarang. Berhubung kencintaan yang dalam kepada persahabatan, dia masih aja plototin HP dan email menunggu kepastian dari kaum-kaum tidak bertanggung jawab yang mengatas namakan persahabatan. Amboii..

Akhirnya H-1 liburan, setelah tak kuasa melihat keadaan yang terancam liburan galau, dia menghubungi beberapa sahabat untuk menawari beberapa paket liburan, dan yang terpilih adalah……

PAKET PULAU PARI di kepulauan seribu.

Mengingat ini libur lebaran se-Dunia, bisa dipastikan Kepulauan seribu sudah full booked pada H-1 liburan. Untungnya, keberuntungan memihak mereka. Sisa seat 3 orang lagi dan cocok dengan jumlah mereka yang memang bertiga. Lucky.

 

Hari pertama di Pulau Pari mengesankan.

Pulau ini tenang, tidak terlalu jauh dari Muara Angke, dan yang paling penting banyak pantai bagus dan bersih. Penginapan mereka bertiga kebetulan di wisma LIPI (lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), di ujung pulau. Jauh dari keramaian sekitar dermaga, tenang. Cocok buat penderita ‚Äúgalau‚ÄĚ sedang proses pemulihan. Xixi.. ūüėÄ

Hebatnya lagi, di belakang terbentang pantai dangkal berair jernih dan bersih. Semacam privat beach. Indah bukan main sobat. Beberapa meter ke arah laut pantainya masih sedalam mata kaki manusia (bukan mata kaki pancoran ya..). Berjalan di pinggiran pantai sambil sesekali tidak sengaja menginjak bintang laut, rasanya luar biasa. Angin yang berhembus memberi efek seolah-olah kita berjalan, padahal air di sekita kitalah yang berjalan. Teori apakah ini?

Pohon-pohon rindang di tepi pantai menjadi sangat strategis tempat memandang keindahan pantai ini di atas ayunan jala sambil tiduran. Menatap jauh ke lautan bebas, meringankan semua masalah yang kau hadapi kawan. Ditiup angin sepoi-sepoi dan tidak berbau amis. Berdiri di atas pasir halus, membidik indahnya lukisan alam dengan kamera murahan berasa sesuatu banget.xixixi… ūüôā

Dari info sana-sini, ternyata wisma LIPI ini belum lama didirikan. Dulunya daerah ini hanya rerumputan dan pohon. Petugas LIPI kalau datang, biasanya nginap di rumah warga. Mungkin karena semakin seringnya penelitian di daerah ini dan ada dana cukup, akhirnya didirikanlah wisma LIPI di ujung pulau Pari ini. Agar penelitiannya lebih fokus mungkin. Bisa dilihat dari satu penelitian (Lex read:pengawetan) ikan batu di dalam satu toples kaca yang sudah bertahun-tahun. Hororrr..

Dan karena jarang juga dikunjungi, akhirnya wisma LIPI ini kemungkinan disewakan. Kompleknya lumayan bagus dan bersih. Airnya ya masih standar pulau, asin dan kekuningan.

 

Siangnya sampai sore, bersnorkeling ke Pulau Tikus dan pulau Burung. Sebenarnya tidak snorkling di pulau karena tidak mungkin snorkling di darat.hehe. Tapi di sekitar pulau, karena dangkal, banyak terumbu karang bagus, ikan warna-warni dan ombaknya tenang. Sangat jarang dijumpai ikan lumba-lumba, apalagi keluarga hiu dan paus. Moment seperti ini paling tepat untuk snorkeling sambil foto-foto under water. Keren bukan main.

Ingat kawan, jangan merusak biota laut dengan sengaja atau tidak. Biarkan mereka tumbuh dengan indahnya agar teman kita berikutnya masih bisa menikmatinya. Jangan membawa pulang terumbu karang atau menginjaknya, bisa hancur. Selain itu kaki juga akan terasa gatal berhari-hari. Kalau tidak sengaja terinjak atau tertendang ketika snorkeling, langsung saja oles dengan “freshcare” atau sejenisnya setelah mandi bersih. Cukup ampuh.

Salah satu teman rombongan yang berusia lanjut terlihat sangat tenang dan santai terapung-apung. Bukan hanyut, tapi begitu menikmati panasnya matahari diselimuti bersihnya air laut dan ditemani ikan-ikan cantik berenang di bawahnya. Asiknya menikmati hari tua dengan cara seperti itu kawan.

Sebelum snorkeling, rombongan mereka sempat singgah di satu pulau pribadi. Menurut pengakuan sang  tour guide, pemiliknya adalah Pak Jhon.  Kebetulan pemiliknya sedang tidak di situ. Pulaunya sangat bagus. Pemandangannya bagus-bagus. Andai disediakan suatu pertunjukan di pulau ini, bisa jadi paket Mekong Delta di Vietnam bukan apa-apa jika dibandingkan.

Hanya ada satu rumah di pulau ini. Tamannya ditata begitu indah. Ditumbuhi beberapa pohon rindang khas pulau, disediakan beberapa meja santai yang unik dan ada taman kecil di tengah pulaunya. Alangkah hebat pengelolaannya. Eksotis. Lex langsung menghubungi semua temannya yang bernama Jhon, berharap salah satunya adalah pemilik pulau ini. Hasilnya, nol besar.haha ūüėÄ

Salah satu sudut di pulau ini, memiliki pendopo yang menghadap ke pantai nan eksotis. Mantab bukan main. Disediakan beberapa kursi santai untuk dapat menikmatinya sampai puas. Beberapa teman rombongan mencobanya sampai lupa balik ke kapal. Hebat.

**

Keesokan harinya, waktunya bergalau sembari menunggu kapal pulang ke Jakarta. Nama tempatnya pantai pasir perawan. Eksotis nian namanya. Pintu masuk beralaskan pasir halus putih. Beberapa bilik bambu khas pantai menyambut pengunjung, menawarkan keteduhan di bawah atapnya. Pedagang air kelapa selalu siap dipanggil. Harganya tidak lebih RP.10.000 per bijinya. Sayang belum ada penjual souvenir.

Dari informan terpercaya, tempat ini dulunya hanya berupa pohon-pohon liar di sekitar pantai. Karena beberapa pengunjung sering ke tempat ini menikmati pantai yang memang indah, warga akhirnya mengelola tempat ini hingga seperti sekarang. Swadaya. Pendapatan mereka dari jasa parkir sepeda, berjualan makan dan minuman, penyewaan kapal. Belum ada jasa pijit, kepang rambut atau tatto sementara seperti di pantai di dunia. Tapi Justru kederhanaan tempat inilah yang menguatkan eksotismenya.

Begitu jalan ke pantai, akan disuguhi pemandangan luar biasa indah. Keindahan itu juga dapat dinikmati dengan perahu kecil milik nelayan . Berputar-putar di sekitar pohon dan keramba di pinggir pantai. Bisa juga dengan berjalan kaki, karena cuma selutut dalamnya. Hanya saja bahaya tersengat ikan batu. Sumber dari informan ahli, bila tersengat ikan batu kita akan nangis beberapa hari. Sadis bukan…

Sewa kapal hanya berkisar Rp.3.000. Tidak sebanding dengan keindahan alam yang kita nikmati sangat berlimpah. Setelah puas berkeliling, mereka duduk santai di tepi pantai ditemani air kelapa segarrr. Berat rasanya mengetahui ini hari terkahir dan harus pulang, berpisah dengan orang-orang berkesan. Pasti berat rasanya dan tak akan terlupakan selamanya.

Duduk termenung memandangi lautan, dengan musik galau “cobalah mengerti” yang dinyanyikan Momo Geisha.

“……..

“Jadi¬†tetaplah¬†di¬†sini¬†dan¬†mulai¬†menerimaku…

Cobalah mengerti semua ini mencari arti
Selamanya takkan berhenti
Inginkan rasakan rindu ini menjadi satu
Biar waktu yang memisahkan

Cobalah mengerti semua ini mencari arti..
Selamanya¬†takkan¬†berhenti,¬†selamanya¬†takkan¬†berhenti..”


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

5 thoughts on “Indah Lho Pulau Pari..