Charging Gadget Problem when Travelling 2

3

Di zaman canggih ini cukup jarang kita bisa nemu orang yang tidak punya gadget atau barang andalan yang sering dibawa kemana-mana. Barang-barang itu banyak jenisnya, ada handphone, PC tablet, kamera dan banyak lagi. Hampir semua gadget sekarang ini identik dengan barang elektronik dan butuh pegisian tenaga listrik.
Terutama ketika melakukan travelling, salah satu ajang unjuk gigi gadget sebagai fasilitas pamer ke situs jejaring sosial. Foto sana-sini trus di share ke facebook. Jadi gak perlu heran semua wisatawan dari penjuru dunia suka foto-foto. Yang ngebedain cuma kuantitasnya, sebagian lebih sering foto dan sebagian lebih suka menikmati keindahan di tempat wisata itu. Seharian foto-foto, kembali ke penginapan tinggal colokin ke listrik agar bisa dipergunakan lagi besoknya.
Yang jadi masalah biasanya nyari colokan listrik di penginapan. Beberapa hostel atau hotel melati hanya memberikan 1 colokan saja di dalam kamar. Kalau hotel berbintang biasanya lebih dari 2. Sementara orang yang butuh men-charging gadgetnya bisa sampe 4 orang. Belum lagi ada orang yang biasa bawa gadget lebih dari satu, seperti handphone dan kamera digital. Salah satu tips, jangan lupa bawa colokan cabang ketika travelling. Malah ada teman yag selalu bawa kabel roll di backpacknya.

Masalah lain, colokan yang disediakan penginapan tidak sama dengan colokan gadget kita. Ada beberapa jenis colokan yang diterapkan di beberapa negara di dunia. Untuk Indoneisa saja, kadang ada penginapan yang hanya menyediakan colokan tiga, bukan colokan dua yang biasa kita pakai. Untuk mengantisipasi hal itu, berikut akan diberikan beberapa jenis colokan yang ada di penjuru dunia (sumber dari link tentang listrik berikut) :

Jenis-Jenis Plug dan Socket

Jenis-jenis plug dan socket diklasifikasikan berdasarkan tegangan dan frekuensi yang digunakan pada suatu negara, sehingga dapat dikatakan hanya ada dua jenis yang berdasarkan klasifikasi ini, yaitu:
• Untuk tegangan 110-220 volt pada frekuensi 60 hz
• Untuk tegangan 220-240 volt pada frekuensi 50 hz

ada juga beberapa negara yang menggunakan plug dan socket untuk keduanya, lihat peta penggunaan tegangan dan frekuensi listrik di dunia dibawah ini. (klik gambar untuk melihat peta lebih besar lagi)

Sedangkan berdasarkan pengamannya plug dan socket diklasifikasikan menjadi:
• Tanpa pembumian, ungrounded. Biasanya untuk plug yang 2 pin, dan menurut standar IEC merupakan class-II
• Dengan pembumian, Grounded. Biasanya untuk plug yang 3 pin, dan menurut standar IEC merupakan class-I
• Dengan pembumian dan sekering, Grounded and fuse. Biasanya untuk plug yang 3 pin.

Berdasarkan klasifikasi-klasifikasi diatas, maka plug dan socket setiap negara dapat berbeda-beda, dan secara umum jenis dan standar dari plug dan socket adalah:

1. Jenis A

 

• 2 pin dengan standar NEMA 1–15 (North American 15 A/125 V ungrounded)
plug jenis A juga dapat digunakan pada socket jenis B.

• JISC 8303, Class II (Japanese 15 A/100 V ungrounded) merupakan standar plug dan socket di jepang yang mirip dengan plug dan socket jenis A, dan juga harus lulus uji dari MITI (Ministry of International Trade and Industry) dan JIS (Japanese Industrial Standards).


2. Jenis B

 

• 3 pin dengan standar NEMA 5–15 (North American 15 A/125 V grounded), merupakan plug dan socket standar di amerika utara (Canada, Amerika Serikat dan Mexico), juga digunakan di Amerika tengah, Karibia, Colombia, Ecuador, Venezuela dan sebagian Brazil, Jepang, Taiwan dan Saudi Arabia

• 3 pin dengan standar NEMA 5–20 (North American 20 A/125 V grounded), digunakan untuk instalasi rumah tanggal mulai tahun 1992, dengan slot socket model T.

• JIS C 8303, Class I (Japanese 15 A/100 V grounded)

3. Jenis C

• CEE 7/16 (Europlug 2.5 A/250 V ungrounded), Plug ini biasa digunakan dalam aplikasi-aplikasi class II (ungrounded). Plug ini adalah salah satu plug internasional yang paling banyak digunakan karena cocok dengan soket apapun yang bisa menerima kontak 4.0 – 4.8 mm dengan jarak pisah 19 mm. Plug ini bisa digunakan di semua negara-negara Eropa kecuali Inggris dan Irlandia (karena Inggris/Irlandia punya standar tersendiri). Tapi penggunaan plug ini secara umum memang terbatas untuk penggunaan aplikasi-aplikasi Class II yang memerlukan arus di bawah 2,5 A dan unpolarized.

• CEE 7/17 (German/French 16 A/250 V ungrounded), ukurannya hampir sama dengan tipe E dan F, pada plug nya dilapisi dengan karet atau plastik. Digunakan juga di korea selatan untuk peralatan listrik yang tidak dibumikan dan di italia di kategorikan dengan Italian standard CEI 23-5

• BS 4573 (UK shaver), digunakan di Inggris untuk kegunaan alat-alat cukur atau shaver yang ada di kamar mandi. Jarak antar pin 5,08 mm dengan panjang pin 15,88 mm dan telah digunakan di inggris sejak tahun 1960an.

• Soviet plug (6 A/250 V ungrounded), hampir sama dengan French type E dan CEE7/17

4. Jenis D

• BS 546 (United Kingdom, 5 A/250 V grounded), equivalent to IA6A3 (India), rated at 6A / 250V

• BS 546 (United Kingdom, 15 A/250 V grounded), equivalent to IA16A3 (India) & SABS 164 (South Africa), rated at 16A / 250V

5. Jenis E

CEE 7/5 (French type E)

6. Jenis F

• CEE 7/4 (German “Schuko” 16 A/250 V grounded)
• Gost 7396 (Russian 10 A/250 V grounded)

7. Jenis E/F Hybrid

CEE 7/7 (French/German 16 A/250 V grounded)

8. Jenis G

BS 1363 (British 13 A/230-240 V 50 Hz grounded and fused), equivalent to IS 401 & 411 (Ireland), MS 589 (Malaysia) and SS 145 (Singapore), SASO 2203 (Saudi Arabia)

9. Jenis H

• SI 32 (Israeli 16 A/250 V grounded)
Thai 3 pin plug TIS166-2549 (2006)

10. Jenis I

• AS/NZS 3112 (Australasian 10 A/240 V)

• CPCS-CCC (Chinese 10 A/250 V)


• IRAM 2073 (Argentinian 10 A/250 V)

11. Jenis J

SEV 1011 (Swiss 10 A/250 V)

12. Jenis K

Section 107-2-D1 (Danish 13 A/250 V earthed)

13. Jenis L

• CEI 23-16/VII (Italian 10 A/250 V and 16 A/250 V)
• CEI 23-16/VII (Italian 10 A/250 V)
• CEI 23-16/VII (Italian 16 A/250 V)

14. Jenis M
BS 546 (South African 15 A/250 V)

15. Belum Mendapatkan kategori
IEC 60906-1 (Brazilian 10 A and 20A /250 V)

Kesimpulan:
Ada 14 pola standar plug dan socket yang digunakan di seluruh dunia, baik untuk aplikasi-aplikasi Class I (grounded) maupun Class II (ungrounded), dengan rating arus berkisar 2,5 – 16 A. Standar-standar tersebut adalah standar-standar Amerika Serikat, Amerika Utara, Argentina, Australia, Daratan Eropa, Europlug, Cina, Denmark, India/Afrika Selatan, Israel, Itali, Jepang, Swiss, dan Inggris/Irlandia.
Peta dibawah akan menjelaskan mengenai Negara-negara didunia dan jenis plug & socket yang digunakan.

        Nah, sekarang kemana-mana gak perlu takut lagi gadget lowbat. Tinggal bawa colokan cabang dan jenis colokan negara tujuan. Belinya udah pasti di toko listrik terdekat. Kalau untuk jenis-jenis colokan biasanya banyak dijumpai di daerah-daerah obyek wisata.
Happy travelling..

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

2 thoughts on “Charging Gadget Problem when Travelling

  • mayakho

    Nice info gi! Colokan si selalu bawa, tp (bener) ga pernah ke pikiran kalo plug_socket standar di bbrp negara beda. Berhubung masih putar2 sekitar tenggara asia.
    Btw,site mu berat banget si!super lola buka page dr hp! ?(°???????°”)??

    • plannerugm Post author

      Thx May…
      Kl traveling bawa colokan yg multi soket aja.Uda banyak dijual.
      Berhubung servernya di Hawai,jadi ya gitu kadang lama,kadang cepat sekaleeee… 🙂
      Happy traveling